Setujukah dengan Penunjukan Desa Kedungwinong sebagai Desa Industri ?

Selasa, 06 April 2010

Tiga Investor Minati Kawasan Industri Nguter

SOLO--MI: Bupati Sukoharjo Bambang Riyanto berupaya mewujudkan mimpi untuk membangun kawasan industri Nguter disisa masa jabatannya yang tinggal lima bulan. Saat ini sudah ada dua investor dari dalam negeri dan satu dari luar negeri tertarik menanamkan investasinya di kawasan seluas 350 hektare yang terletak di Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter itu.
"Kalau yang saya rintis ini diteruskan secara benar oleh penerus saya, maka pada 2016, kawasan industri terpadu di Nguter harus terwujud sepenuhnya. Sedikitnya 40 ribu tenaga kerja akan tertampung, dan seluruh lulusan setingkat SMA tidak perlu lari ke luar daerah dalam upaya mencari pekerjaan," terang Bambang Riyanto kepada Media Indonesia, Jumat ( 2/4).
Menurut dia, saat ini Pemkab Sukoharjo tengah memproses perizinan untuk PT Sampoerna Tbk yang akan mendirikan pabrik bio etanol yang berbahan baku ketela pohon. Kesiapan bahan baku telah disiapkan oleh sedikitnya 24 ribu petani yang menanam ketela pohon di areal seluas 6000 hektare di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.
Selain itu Sritex Grup yang bisnis seragam militernya sudah dipergunakan oleh 25 negara Eropa anggota NATO, juga ingin memperluas pabriknya, dengan membangun yang baru di kawasan industri Nguter. Pemkab Sukoharjo kini telah meneliti dokumen pengajuan, agar secepatnya dapat diproses untuk kelancaran perizinannya.
"Selain dua pemodal besar dalam negeri, saat ini juga sudah datang investor dari Norwegia, yang berkeinginan mengembangkan bisnis energi kelistrikan di kawasan industri baru ini. Hal-hal yang menyangkut teknis kini sedang dibahas, termasuk nantinya perlu koordinasi dengan lembaga legislatif, sehingga ketika MoU ditandatangani tidak ada lagi permasalahan, sehingga cepat bisa berproses ke MoA (memorandum of agreement )," timpalnya lagi.
Yang jelas, lanjut Bambang Riyanto,untuk kepentingan terwujutnya kawasan industri Nguter segala peraturan hukum sudah dipersiapkan, termasuk Perda RUTRK Nguter sudah ada. Lahan industri yang dipersiapkan selain Kedungwinong adalah Desa Plesan, Celep, Pengkol dan Gupit. Keseluruhan mencapai 350 hektare, dan bukan merupakan lahan pertanian produktif.
"Dukungan infrastuktur untuk kawasan industri sudah ada, meski masih harus ada penambahan dan penyempurnaan. Akses jalan sudah bagus, bahkan jaringan telepon baik nirkabel maupun kabel juga sudah ada. Tentu ini menjadi modal tersendiri, terbukti sudah tiga investor tertarik. Saya akan terus tawarkan di sisa jabatan yang tinggal 5 bulan. Yang lainnya, biarlah dikerjakan penerus saya, siapa pun yang jadi," tegas Bambang Riyanto.
Selain industri bio etanol, tekstil dan garment serta energi listrik, di kawasan industri Nguter nantinya diharapkan berdiri industri karoseri, pengolahan kayu, plastik, kertas dan karton atau pun sepatu dan olahraga. (WJ/OL-03)

Tidak ada komentar: